Cara Setting Equalizer Dbx Dikala Mixing Maupun Mastering

2 min read
Cara setting equalizer dbx ketika mixing - Setting equalizer atau mengatur equalizer merupakan proses boosting/enhancing atau mengangkat dan menurunkan gain pada frekuensi tertentu dengan tanpa menghipnotis frekuensi yang lainnya. Agar Anda mengetahui cara pengaturan equalizer ketika mastering atau mixing, maka terlebih dulu harus memahami imbas atau imbas pada beberapa range dari frequency untuk sebuah lagu atau instrumen secara keseluruhan. Adapun range-range dari frequency inilah yang sanggup dijadikan teladan untuk melaksanakan setting equalizer dalam proses mastering ataupun mixing.
 Setting equalizer atau mengatur equalizer merupakan proses boosting Cara Setting Equalizer DBX Saat Mixing Maupun Mastering

 Baca juga : Tahapan Cara Setting Karbu PE 28 di Satria FU Sendiri Dengan Benar

Range Frequency 40 Hz Sampai 80 Hz

Range frequency 40 Hz – 80 Hz sendiri umumnya merupakan range frequency yang terendah pada sebuah lagu melalui pengaturan equalizer berpusat di antara 50 Hz. Adapun range frequency tersebut disebut juga sebagai range frequency low bass atau sub bass. Umumnya ada banyak bunyi dengan frequency di antara 20-40 Hz, akan tetapi bunyi ini umumnya bukan bunyi yang berasal dari sebuah alat musik. Bass guitar atau Kick drum pun biasanya tak mempunyai frekuensi pada range tersebut. Untuk itu, pada beberapa perkara sendiri range frekuensi pada 20-40 Hz sanggup dipangkas habis menggunakan HPF. Frekuensi dengan range antara 40-80 Hz atau berkategri low bass ini biasanya disetting dengan equalizer supaya memperlihatkan “power” pada sebuah instrumen lagu maupun keseluruhan pada lagu.

Bass Range Frequency Pada 80-250 Hz

Proses pengaturan equalizer di range 80-250 Hz dalam hal ini Bass frequency sanggup di atur melalui pengaturan equalizer dengan pemusatan frequency antara 100 Hz maupun 200 Hz, dengan begitu menghipnotis “ketebalan” pada sebuah instrumen maupun lagu. Dalam bass guitar dan track guitar sendiri dinaikkan gain sampai frekuensinya mencapai 100 Hz umumnya sanggup menambah bunyi supaya lebih terdengar “bulat”. Akan tetapi Anda perlu berhati-hati lantaran jikalau Anda memberikannya dengan hiperbola sanggup menciptakan bunyi bass guitar ataupun guitar sanggup “berdentum” terdengarnya.
Untuk beberapa perkara sendiri, gain pada frekuensi 100 Hz ini dalam track guitar sendiri diturunkan supaya menimbulkan bunyi guitar terpisah pada bunyi dari bass guitarnya, serta mengurangi dentuman pada track tadi. Akan tetapi, konsekuensinya yakni not-not dalam range frekuensi tadi akan terdengar samar. Umumnya, supaya menciptakan not-not tadi terdengar terang kembali maka perlu menaikkan gain di frekuensi 200 Hz.

Lower Mid Range Frequency Pada 250 – 500 Hz

Pengaturan equalizer dalam rentang frekuensi 250 – 500 Hz sanggup memperlihatkan aksen dalam ambience studio rekaman dan meningkatkan kejernihan pada instrumen string dan bunyi bass di nada yang rendah misalnya cello ataupun pada organ dan piano. Biasanya setting equalizer pada low mid range ini sanggup di lakukan pada frekuensi apa pun yang ada di antara 250 – 500 Hz, tetapi seringnya lebih dipusatkan pada frekuensi 300 Hz maupun 400 Hz.
Itulah cara setting equalizer dbx ketika Mixing ataupun Mastering untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Anda mungkin menyukai postingan ini